AdvokasiRakyat.id | Bireuen – Kebijakan MENPORA dalam menerapkan aturan menggunakan celana panjang untuk anggota paskibraka yang perempuan dinilai sangat bagus.

Pada pelaksaan upacara HUT RI tahun 2019 ini anggota Paskibraka yang perempuan tidak lagi menggunakan rok tetapi akan menggunakan celana panjang.

Sebelumnya, para pasukan pengibar bendera yang perempuan menggunakan rok yang hanya sampai lutut saja, dan seragam itu berlaku juga untuk yang memeluk agama islam.

“Teresa kurang etis kita lihat, jika wanita muslim menggunakan jilbab tetapi rok mereka pendek.” ungkap Ziaul Fahmi, purna Paskibraka Kabupaten Bireuen.

Menggunakan celana panjang dianggap sudah sangat cocok dan kelihatan lebih bebas dalam melakukan gerakan, “apalagi celana yang digunakan bukanlah celana sempit pasti gerakan mereka akan lebih bebas dan leluasa”, tambahnya.

Selain itu, ia juga menilai akan muncul rasa risih kepada peserta perempuan yang tidak pernah menggunakan rok pendek dihadapan umum. Seperti halnya peserta dari Aceh pasti akan merasa kurang nyaman dengan seragam yang seperti itu.

Semoga dengan ditetapkan peraturan baru ini di pelaksanaan upacara di istana negara tahun ini akan menjadi contoh untuk daerah atau provinsi lain. Tutup Pelatih Paskibraka Bireuen ini. (Alja/Rls)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *