Achehnese.com. – jakarta. Beredar di media sosial terkait pertemuan Mantan Panglima GAM dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Pertemuan ini semakin membuat publik penasaran difasilitasi oleh Pimpina Komite I DPD RI yang juga Senator asal Aceh H. Fachrul Razi, MIP.

Tampak dalam foto H. Muzakir Manaf alias Mualem dengan AA La Nyala Mahmud Mattaliti mengobrol santai dan bersahabat ditemani oleh beberapa tokoh lainnya seperti Senator Bengkulu Sultan B. Najamuddin (Wakil ketua DPD RI) serta Senator Lampung, Bustami.

Mualem dan La Nyalla adalah dua sosok nasional yang fenomenal. Mereka sama-sama putra daerah yang disegani di daerah namun juga di level nasional, kedua sosok ini menjadi figur yang sangat disegani oleh pusat. Bahkan, kedua sosok ini memiliki latar belakang yang sama, yaitu sama sama pejuang bagi pengusaha lokal untuk mendapat keadilan dari kucuran dana negara yang begitu besar untuk dapat memperkuat ekonomi daerah dan ekonomi pengusaha lokal.

Pertemuan kedua tokoh ini tentunya bukan pertemuan biasa. Publik Aceh penasaran dengan gerak gerik Mualem belakangan ini yang sangat gencar bertemu tokoh-tokoh Nasional bahkan bertemu dengan beberapa Pimpinan Lembaga Negara. Apa sebenarnya yang sedang di kerjakan oleh sosok Ketua Umum Partai Aceh tersebut. Penasaran bukan!

Mualem memang sedang mengupayakan untuk pemulangan ribuan masyarakat Aceh yang terjebak di Malaysia selama pandemi Covid-19. Mualem mendapatkan kabar bahwa banyak masyarakat Aceh yang terbengkalai selama pemerintah Malaysia memberlakukan LockDown ketat selama pandemi. Tentu ini menjadi keprihatinan semua pihak tak terkecuali Mualem mengenai nasib mereka disana.

Berangkat dari persoalan inilah Mualem dengan semangat kemanusiaannya terus bergerak untuk melindungi masyarakat Aceh yang terjebak di Malaysia. Bahkan Mualem merencanakan akan memulangkan ke Aceh ribuan masyarakat Aceh yang terjebak di Malaysia. Meskipun permintaan secara terbuka ke pemerintah Aceh sudah di layangkan dan desakan dari beberapa anggota legislatif Partai Aceh ke pemerintah Aceh agar segera mengadvokasi masyarakat Aceh yang di Malaysia. Mualem tetap berikhtiar dengan kemampuan nya agar masyarakat Aceh bisa segera bisa dipertemukan dengan keluarganya masing-masing.

Lambannya gerak Pemerintah Aceh menjadi acuan Mualem untuk turun tangan bersafari ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar hajatan ini bisa segera terealisasi. Mengingat tidak mudah memulangkan orang dari luar negeri selama pemerintah menerapkan penjagaan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Manarik memang jika melihat gerak gerik Mualem belakangan ini, bahkan Pemerintah Aceh terasa seperti diam di tempat dalam hal ini. Hampir tidak pernah Pemerintah Aceh juga ikut serta atau ikut melakukan upaya-upaya yang memungkinkan untuk memjlangkan masyarakat Aceh yang terjebak di Malaysia.

Langkah Mualem perlu ditiru oleh semua kalangan, berbuat itu tidak harus menunggu momen pemilu, berbuat itu tidak perlu harus ada jabatan dll. Perbuatan sekecil apapun pasti akan bernilai, apalagi jika perbuatan kita menyangkut hajatan orang banyak. Masyarakat Aceh bisa menilai ketulusan seseorang dalam berbuat untuk kepentingan Aceh.

Kita berharap, apa yang sedang dikerjakan oleh Mualem bisa segera terwujudkan terkait pemulangan warga Aceh. Dan para pemimpin Aceh lainnya agar membuka mata bahwa tidak hanya orang lain yang harus kita bantu, tapi saudara-saudara kita yang sedang berjuang di negeri orang juga wajib kita perhatikan. Merekalah yang seharusnya lebih kita prioritaskan karena mereka orang-orang sebangsa setanah air.

Pertemuan juga berbicara masalah ekonomi dan penguatan pengusaha lokal, tentunya ini menjadi pertemuan lebih strategis untuk Aceh kedepan. Koordinasi dan kerja sama menjadi penting terhadap dua sahabat ini, semoga terus kuat dan terlaksana apa yang telah dibicarakan, semoga!

Pertemuan Mualem dengan Ketua DPD RI AA La Nyala Mahmud Mattaliti terasa spesial karena turut di dampingi oleh Senator asal Aceh H. Fachrul Razi, MIP. Beginilah idealnya jika ingin memajukan Aceh kedepannya. Bergerak bersama mengesampingkan ego untuk meraih satu tujuan yaitu Aceh yang lebih baik. [Redaksi]

Sumber: fokusparlemen.id

By Haris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *