Advokasirakyat.id | Aceh Tenggara – Gabungan LSM Jurnalis dan Masyarakat menggeruduk Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara meminta Kasus Monografi Desa dan Profil Desa yang sedang ditangani Kejari Kutacane mencapai Rp.7 Milyard untuk dibuka sejauh mana perkembangannya.

Menurut ketua Lembaga Sangkar Aceh Tenggara Bung Rudi Tarigan di Agara menyampaikan kepada Media Kamis (03/10/19), Pasalnya kasus tersebut tidak dapat mampu dituntaskan Kejari Kutacane yang sampai saat ini belum ada kejelasannya.
Disaat kami meminta keterangan Kajari Aceh Tenggara tidak berada ditempat,pihak Inspektorat yang dihadirkan juga enggan memberi keterangan terkait kasus Monografi Desa yang dinsyalir telah diserahkan Kajari Kutacane ke Inspektorat.Tutur bung Rudi Tarigan

Pengadaan Monografi dan dikerjakan oleh CV.Senantiasa Banderang Langsa tersebut sangat tidak masuk akal untuk pengerjaannya,bahkan kerjaan tersebut banyak data tersebut diambil oleh pihak aparatur desa ke warga warga.Berarti pihak CV.Senantiasa Banderang Langsa hanya copy paste data dari aparatur desa ,enak sekali mereka tutur bung Rudi Tarigan.

Dana dialokasikan untuk Monografi Desa Tahun 2017 sebesar Rp.1.887.104.000 ” sangatlah terlalu besar dengan apa yang dikerjakan serta manfaatnya buat Desa.

Rudi Tarigan merincikan Dana Desa sumber APBN yg digunakan untuk Proyek Seremonial antara lain, Kecamatan Semadam Pengadaan Monografi Desa dan Buku Tahun Anggaran 2016 – 2017 masing – masing Rp.270.000.000.

Kecamatan Babussalam Monografi Desa Tahun 2016 Rp.390.000.000.

Kecamatan Lawe Bulan Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.312.366.000 dan Pengadaan Buku Rp.144 491.500 dan Pengadaan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.450.000.000.

Kecamatan Ketambe Pengadaan Buku Tahun 2016 Rp.523.624.000.

Kecamatan Deleng Pokhison Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.330.000.000 dan Pengadaan Buku Rp.323.500.000.

Kecamatan Bambel Pengadaan Monografi. Desa Tahun 2016 Rp.855.000.000 dan Pengadaan Buku Rp.15.000.000.

Kecamatan Babul Makmur Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.225.000.000. dan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.141.404.000.

Kecamatan Lawe Sigala – gala Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.490.000.000 dan Pengadaan Buku Rp.36.600.000.

Kecamatan Lawe Alas Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.378.258.000 dan Pengadaan Buku Rp.360.000.000 serta Pengadaan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.300.000.000.

Kecamatan Leuser Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.231.311.000 dan Pengadaan Buku Rp.340.250.0000.

Kecamatan Tanoh Alas Monografi Desa Tahun 2016 Rp.210.000.000 dan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.30.000.0000.

Kecamatan Darul Hasanah Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.330.000.0000 dan Pengadaan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.374.640.000.

Kecamatan Badar Pengadaan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.240.000.000.

Kecamatan Lawe Sumur Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.270.000.000

Kecamatan Babul Rahmah Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016 Rp.120.000.000 dan Pengadaan Buku Rp.14 286.000 serta Pengadaan Monografi Desa Tahun 2017 Rp.351.000.000, Saleh berujar Proyek Akal – ajakan ini diduga dikendalikan Oknum Camat Tahun 2016 – 2017 dan bukan semuanya dikerjakan Pihak CV Senantiasa Banderang Langsa artinya masih ada Pihak Ketiga yang lain sesuai arahan Oknum Camat setempat.

Bung Rudi Tarigan menyatakan indikasi BAU Busuk jelas tercium dengan pengerjaan monografi Desa, mengatakan kepada media.

Seiring perjalanan Waktu kami merasa ada kejanggalan dalam dugaan kasus tersebut pasalnya setiap kami tanyakan perihal kasus tersebut acap kali seperti tidak ada kejelasannya, acapkali Kajari tidak menggubris dan tidak menjawabnya bahkan kami pernah mengunjungi kantor Kejari Kutacane untuk bertemu namun nihil dengan alasan Kajari Kutacane sedang sibuk” Ucap Rudi Tarigan.

Lembaga Sangkar Aceh Tenggara dengan tegas memunta Kajati Aceh mencopot Kajari Kutacane serta mengambil Alih kasus Monografi desa ini,bahkan kami hari ini kami telah memberi hadiah telur busuk ke Kajari Kutacane ,tegas Rudi. (Alja)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *