Advokasirakyat.id | Banda Aceh – Zikir Akbar (Rateb siribee) & Pengkajian Tauhid Tasawuf dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Mengembalikan Eksistensi Kesufian di tengah Mahasiswa dan Pemuda/i untuk Kedamaian dan Pemersatu Bangsa” yang di gelar oleh Pemuda dan Mahasiswa Aceh bekerja sama dengan (Polda Aceh) bertempat di halaman MaPolda Aceh, Jum’at (18/10/2019).

Acara ini di hadiri lebih dari 6000 orang dari berbagai kalangan mulai tokoh pemersatu bangsa, para Rektor, Bupati/walikota se Aceh, santri, OKP/Ormas,tokoh masyarakat dan pemuda/i Serta mahasiswa Aceh.

Dalam sambutannya dedi syahputra menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu, Terutama Kepada Bapak Kapolda Aceh dan seluruh jajarannya, kemudian kepada semuanya yang ikut andil dalam menyukseskan acara zikir Akbar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 91 ini, Ujar Dedi.

Ia juga menegaskan bahwa “momentum sumpah pemuda tidak bisa kita lupakan begitu saja, karena ini adalah tonggak sejarah bangsa ini, Karena pada tanggal 28 oktober 1928 itulah bangsa Indonesia menunjukkan tekadnya sebuah bangsa yang merdeka, sebagai bangsa yang kuat bersatu, sebagai bangsa yang mampu berdiri sendri, dan sebagai sebuah bangsa yang menpunyai kenyakinan atas masa depannya.”

“Sumpah pemuda adalah sumpahnya bangsa Indonesia, atas kemerdekaannya. Seiring perkembangan waktu bangsa ini dihadapi dengan berbagai persoalan dan tantangan, isu perpecahan dan konflik terus saja ada di Republik ini, maka pada mementum sumpah pemuda kali ini, mahasiswa dan pemuda Aceh membuat satu kegiatan akbar, yang tujuannya adalah untuk kedamaian dan pemersatu bangsa”, Tambah mantan Presma UIN Ar-Raniry ini yang kerap di sapa Kang Dedi.

Terakhir saya mengutip dari kalimat yang sering dipakai oleh MPTT dalam kajiannya di antaranya ialah : Tidak ada lawan yang ada hanya kawan, tidak menyakiti tapi tahan disakiti, di dalam diri kita ada hak orang lain tetapi di dalam diri orang lain tidak ada hak kita, Memaafkan orang lain sebelum orang lain meminta maaf walaupun baru di zhalimi, Ini adalah spirit perdamain dan pemersatu kita yang luar biasa. Demikian Dedi.

Acara ini juga di barengi dengan pengukuhan dan pelantikan pemuda dan mahasiswa se Aceh menjadi pengurus majelis pengkajian tauhid tasawuf (MPTT tingkat pemuda dan mahasiswa Aceh) gunanya kedepan agar bisa menjadi mengajak generasi lainnya ke arah yang lebih baik. (Alja)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *