Senator Aceh H. Fachrul Razi, MIP yang juga anggota DPD RI Asal Aceh kembali memberikan pendapat kritis akan momentum peringatan Haul ‪10 Tahun DR.‬ Tgk. Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 3 Juni 2020.

Kali ini dirinya sedang menyiapkan untuk melahirkan tokoh tokoh muda Aceh masa depan yang akan melanjutkan perjuangan Tengku Hasan Muhammad di Tiro yaitu melahirkan calon pemimpin Aceh masa depan yang kritis, vokal, cerdas dan memahami ideologi keacehan dan internasional. Demikia disampaikan Fachrul Razi dalam release yang dikirim ke media.

Sosok muda yang vokal di parlemen ini menjelaskan bahwa dirinya mengajak semua kader-kader seideologis di parlemen dan pemerintahan untuk menggunakan kekuasaan, dana dan jabatan yang dimilikinya untuk fokus pada pengkaderan generasi muda yang mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan Tengku Hasan Muhammad di Tiro. “Pengkaderan pemuda secara ideologis jauh lebih penting dilakukan saat ini demi mempersiapkan Aceh masa depan yang lebih bermartabat dan sejahtera sebagaimana cita-cita Tengku Hasan Muhamad di Tiro,” jelasnya.

Fachrul Razi yang juga namanya viral di Jakarta karena pada momentum ‪4 Desember‬ lalu pada peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Senator Fachrul Razi berani mengibarkan bendera Aceh, bendera bulan bintang yang dianggap telah sah menjadi bendera lokal di Aceh dalam kekhususan Aceh.

Pada momentum 10 tahun ini kita harapkan bahwa penguatan ideologi harus terus ditanamkan kepada generasi muda Aceh, dengan cara-cara yang milenial dan futuristik. “Sosok Hasan Tiro Muda telah lahir dan ramai di Aceh, mereka lebih militan, cerdas, berpendidikan, milenial dan bahkan aktif membaca kajian dan sejarah yang dituliskan oleh almarhum Tengku Hasan Tiro serta menguasai ideologi keacehan melalui buku maupun video tentang perjuangan Aceh,” Kata Fachrul Razi.

Fachrtul Razi menambahkan bahwa generasi pelanjut Tengku Hasan Tiro ini adalah generasi milenial dan mereke menguasai teknologi informasi, bahkan lebih memahami dinamika politik nasional dan internasional. “Mereka ada yang berasal dari keluarga mantan kombatan dan pejuang Aceh, ada juga yang bersimpatik dengan ideologi keacehan Aceh,” jelas Fachrul.

Menurut Fachrul Razi banyak alasan yang mengakibatkan kebangkitan generasi ini bangkit, antara lain, Akidah Ahlusunnah Waljamaah semakin dirusak di Aceh, ekonomi dan kemiskinan Aceh kemakin tinggi, pengangguran anak-anak muda Aceh semakin tajam, Aceh terus menerus ditipu oleh pemerintah pusat dan perjanjian MoU Helsinki hanya menjadi kertas kosong.

“Kami hanya menunggu momentum, jika perjanjian MoU Helsinki gagal dilaksanakan oleh pemerintah pusat, perjuangan Aceh kedepan akan ramai dilanjutkan oleh generasi muda Aceh saat ini, kami berada di depan untuk gerakan itu. Meskipun Tengku Hasan Muhammad Di Tiro telah 10 tahun kembali ke Allah namun ideologinya dan pemikirannya masih melekat di jiwa generasi muda Aceh saat ini,” tutupnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *