achehnese.com. Banda Aceh
 – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo punya kenangan istimewa dengan H. Muzakir Manaf alias Mualem.

Doni Monardo, mantan Danjen Kopassus saat bertugas di Aceh pernah terlibat “kejar-kejaran” dengan Mualem yang ketika itu menjabat Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Masa itu Aceh sedang berkonflik dengan Indonesia.

Jenderal Doni mencari dan mengejar Mualem.

Sebagai Panglima GAM, Mualem sangat dicari-cari. Sebaliknya Mualem juga mencari-cari Jenderal Doni.

Kenangan ini diungkapkan kembali oleh Kepala BNPB Doni Monardo saat menerima kunjungan Mualem ke kantornya, Jumat (3/7/2020).

Mualem datang bersama senator Fachrul Razi, Abdullah Puteh dan tokoh Aceh T. Irsyadi.

Pertemuan itu sebetulnya membahas rencana pemulangan warga Aceh dari Malyasia akibat Covid 19.

Nah, di awal Pertemuan, Doni Monardo membuka cerita tentang kisah dirinya dan Mualem saat bertugas di Aceh.

“Saya dulu mencari Mualem, dan Mualem mencari saya karena pada saat itu sedang berlangsung konflik Aceh dimana Mualem sebagai Panglima GAM yang sangat di cari-cari,” kenang Doni Monardo yang pernah tinggal di Aceh sejak umur 1 tahun.

Permusuhan Doni dan Mualem pada masa konflik, tentu saja kini sudah berakhir menyusul kesepakatan damai MoU Helsinki.

Keduanya bahkan berubah jadi sahabat.

“Mualem itu sahabat saya, dulu kami saling bermusuhan.

Namun sekarang adalah sahabat.

Dulu masa konflik, saya mencari Mualem kemana-mana guna mengantarkan surat rahasia dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk diserahkan ke Mualem.

Bahkan saat tsunami terjadi posisi saya sedang berdinas di Aceh,” cerita Doni Monardo, kenapa ia mencari Mualem.

Pertemuan berlangsung dua jam di Kantor BNPB, berjalan dan penuh keakraban dan hangat.

Jenderal Doni menyambut baik inisiatif Mualem memperjuangkan kepulangan ribuan rakyat Aceh di Malaysia ke Aceh.

“Kami segera mengkoordinasikan dengan Menlu, Menhub, Satgas TNI dan tim BNPB Satgas Covid-19 dalam waktu dekat sepulang saya dari Papua,” janji Doni.

Doni mengatakan bahwa memulangkan ke Aceh bukanlah persoalan sulit, namun pemulangan ini harus sesuai dengan protokol kesehatan, mekanisme dan rencana yang matang.

Karena tingginya angka penyebaran virus corona juga akibat kepulangan beberapa warga negara Indonesia yang baru kembali dari negeri Malaysia.

“Kita akan siapkan tim, alat pencegahan diri serta akan mengkoordinasikan lokasi isolasi bagi warga untuk di cek kesehatannya ketika tiba di Aceh,” jelas Doni.(Redaksi)

Sumber: aceh.tribunnews.com

By Haris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *